Weekly News

LAPORAN KEGIATAN FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PADA KAJIAN AKADEMIS

“Optimalisasi  Pengelolaan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang Oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai”
Pusdiklat Bea Cukai Jakarta Timur, Selasa, 21 Agustus 2018



  1. Acara FGD dengan sharing knowledge diantara 6 (enam) orang narasumber berasal dari Propinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Sumatera Bagian Timur dan Jawa Barat, serta 3 (tiga ) orang para peneliti (Widya Iswara) Pusdiklat Bea Cukai Jakarta.

  2. Kajian ilmiah ini dilakukan dengan mix method, yaitu survey / penelitian dengan metoda kuantitatif dan dilengkapi dengan kualitatif. Data primer penelitian diperoleh menggunakan instrumen kuesioner, selanjutnya diolah dengan software Lisrel (kuantitatif) dan indepth interview (kualitatif) dengan responden terpilih. Populasi terdiri dari 1200 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dengan sampling 143 orang memiliki ijin menyidik (campuran, berpengalaman dan belum berpengalaman menyidik) dari beberapa lokasi di Pulau Sumatera dan Jawa (terlampir), dimana 91 orang terbiasa melakukan penyidikan dan selebihnya 52 orang kurang berpengalaman menyidik.

  3. Pengolahan dan hasil analisa data secara kuantitatif, dikelompokkan berdasarkan data yang digunakan yaitu seluruh sampel terpilih 143 orang, dan diperbandingkan dengan 91 orang yang berpengalaman menyidik dengan Structural Equation Modelling (SEM) dimana Lisrel sebagai salah satu softwarenya.

  4. Penelitian ini memiliki 5 (lima) variabel utama yang disurvey dan diuji, yaitu (1) Aspek Sumberdaya Manusia / SDM; (2) Aspek Undang-Undang Terkait / UU; (3) Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendukung / SAPRAS; (4) Aspek Koordinasi / KORD; dan (5) Aspek Kinerja PPNS / KIN. Kelima variabel tersebut diukur melalui variabel teramati dalam hal ini pertanyaan kuesioner yang mewakili.

  5. Kesimpulan dari hasil analisa data 91 responden yang semuanya memiliki ijin dan pengalaman menyidik yaitu :


    1. Variabel SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja PPNS;

    2. Variabel Undang-Undang tekait pencucian uang berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap Kinerja PPNS;

    3. Variabel Sarana dan Prasarana tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja PPNS; dan

    4. Variabel Koordinasi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap Kinerja PPNS.


SUMBER : LINK

Share this article

Related posts