Weekly News

Seminar Nasional “Strategi Manajemen dan Risiko Dalam Pengendalian Darurat Bencana di Indonesia”

Seminar Nasional
“Strategi Manajemen dan Risiko Dalam Pengendalian Darurat Bencana di Indonesia”

Prodi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)
Aula Graha Tanoto, Senin, 29 Oktober 2018

Narasumber :


  1. IrjenPol (P) drs Nono Supriono (dari PP Polri)
  2. Dr. Chotib Hasan, Msi (Universitas Indonesia)

Moderator :

Dr. Hj. Beti Nurbaiti, STP, ME


  • Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan Polwan 5 org, Lemdiklat Polri 1 org, PP Polri 1 org, mhs s1 400 org, mhs 6 org, dan dosen dan panitia 62 org, total 475 orang.
  • Sesuai arahan Warek 1, acara seminar nasional dijadwalkan 6 kali per semester atau 1 bulan sekali untuk mengisi kegiatan akademik.
  • Seminar nasional ini untuk meningkatkan akreditasi penyelenggara, dalam hal ini Prodi MM, Fakultas Ekonomi UBJ
  • Hampir tidak ada lokasi di Indonesia yang aman bencana karena berada di “ring of fire” rangkaian gunung berapi aktif di dunia, berada di 3 lempengan besar yang aktif bergerak setiap saat. Dengan demikian rawan gempa dan bencana alam.
  • Kasus Palu, likuifiksasi, dan tsunami sudah pernah diprediksi akan terjadi oleh BNPB dan Badan Geologi ESDM di lokasi pusat ekonomi dan pemukiman, namun sering dilanggar RTRW oleh masyarakat dengan ijin Pemda setempat untuk mengalihfungsikan lahan terlarang dibangun menjadi pusat ekonomi dan pemukiman.
  • UU no 24 tahun 2007 BNPB berdampak pada lambatnya gerak bantuan ke lokasi gempa, karena BNPB akan bergerak jika sudah ada status bencana dari Pemerintah setempat.
  • Setiap daerah memiliki bencana yang berbeda beda prioritas dan jenisnya, namun secara umum di Indonesia, bencana alam yang sering terjadi adalah : banjir, tanah longsor, gempa, kebakaran hutan dan lahan juga perumahan, tsunami, dan cuaca ekstrim.
  • Manajemen pengendalian bencana secara terpadu dapat dilakukan jika semua pihak duduk bersama, baik Instansi pemerintah terkait seperti BNPB, Dinas Sosial, Damkar, Pemda Tingkat 1 dan 2, Dinas kesehatan, dan lainnya dalam mitigasi, tanggap darurat dan pasca bencana.
  • Diharapkan ke depan, UBJ dapat menjadi kampus tanggap bencana dengan melakukan simulasi – simulasi seperti evakuasi saat kebakaran, gempa, banjir dengan dilengkapi sarana dan prasarana penunjang untuk kegiatan tersebut seperti pemadam api dan sumber hidran air.

SUMBER : LINK

Share this article

Related posts